Menteri Keamanan Nasional Israel mengunggah video yang menampilkan relawan Global Sumud Flotilla mengalami perlakuan keras oleh tentara Israel. Video tersebut memicu reaksi internasional dan perdebatan mengenai standar penanganan demonstran dan aktivis di zona konflik.
Dalam video yang dibagikan melalui saluran media resmi, terlihat relawan flotila mengalami kontak fisik dengan pasukan keamanan Israel. Footage menunjukkan beberapa aktivis dalam posisi terpaksa berlutut saat berhadapan dengan anggota militer. Menteri Keamanan Nasional Israel memublikasikan konten tersebut sebagai bagian dari narasi resmi pemerintah tentang operasi keamanan mereka.
Global Sumud Flotilla merupakan inisiatif aktivis internasional yang bermaksud melakukan aksi solidaritas dengan warga sipil Palestina. Kelompok ini secara berkala mengorganisir pengiriman bantuan melalui jalur laut dan melakukan demonstrasi untuk menyuarakan isu kemanusiaan di wilayah tersebut.
Publikasi video ini menimbulkan kekhawatiran dari organisasi hak asasi manusia internasional mengenai penggunaan kekuatan berlebihan terhadap aktivis. Beberapa kelompok pemantau hak asasi menyatakan bahwa penanganan tersebut perlu dievaluasi sesuai dengan standar hukum internasional dan protokol penanganan demonstran yang damai.
Insiden ini terjadi dalam konteks ketegangan berkelanjutan antara Israel dan Palestina, di mana aktivitas solidaritas internasional kerap menjadi titik gesekan. Pemerintah Israel mempertahankan bahwa tindakan mereka merupakan respons keamanan yang diperlukan, sementara kelompok hak asasi manusia mendesak transparansi dan akuntabilitas dalam setiap operasi lapangan.
Hingga saat ini, belum ada komentar resmi dari pihak Global Sumud Flotilla atau organisasi hak asasi manusia utama terkait video yang dipublikasikan tersebut.