Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping secara bersamaan mengkritik rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengembangkan sistem pertahanan rudal 'Golden Dome'. Kedua pemimpin negara besar ini menilai proyek pertahanan tersebut berpotensi mengganggu keseimbangan kekuatan militer global dan meningkatkan ketegangan internasional.
Kritik yang disampaikan Putin dan Xi Jinping mencerminkan kekhawatiran kedua negara terhadap dominasi teknologi militer Amerika. Sistem 'Golden Dome' dirancang sebagai perisai pertahanan udara yang canggih untuk melindungi wilayah Amerika Serikat dari serangan rudal jarak jauh. Namun, Moscow dan Beijing memandang pengembangan sistem ini sebagai langkah strategis yang akan mengubah arsitektur keamanan dunia secara fundamental.
Dalam pernyataan bersama, kedua pemimpin menekankan bahwa proyek pertahanan tersebut dapat memicu perlombaan senjata baru dan mengurangi efektivitas sistem pengendalian senjata internasional yang sudah ada. Russia dan China melihat 'Golden Dome' sebagai tantangan langsung terhadap kepentingan keamanan nasional mereka, khususnya dalam hal deterren nuklir strategis.
Putin dan Xi Jinping juga menyoroti pentingnya dialog multilateral untuk mengatasi kekhawatiran keamanan global. Mereka mengusulkan agar pengembangan sistem pertahanan baru dibahas dalam forum internasional yang melibatkan negara-negara besar, bukan keputusan sepihak yang dapat memicu eskalasi ketegangan.
Respons bersama Moscow dan Beijing ini menunjukkan alignment strategis antara Rusia dan China dalam merespons kebijakan keamanan Amerika. Kedua negara sama-sama merasa bahwa sistem pertahanan canggih seperti 'Golden Dome' dapat menggoyahkan doktrin mutual assured destruction yang telah menjadi fondasi stabilitas nuklir selama puluhan tahun.
Perkembangan ini terjadi dalam konteks meningkatnya ketegangan geopolitik global. Seiring dengan perubahan kepemimpinan di Amerika Serikat, isu-isu keamanan dan pertahanan kembali menjadi fokus utama dalam diplomasi internasional, terutama hubungan antara Washington dengan Moscow dan Beijing.