Presiden Prabowo Subianto mengunjungi tambak budidaya udang berbasis kawasan di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, dan ikut serta dalam kegiatan panen udang bersama para petambak setempat. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menyebut proyek ini telah berjalan selama tiga tahun dan menjadi salah satu model pengembangan sektor perikanan budidaya di Indonesia.
Kehadiran Presiden secara langsung di lokasi tambak mencerminkan perhatian pemerintah terhadap sektor akuakultur sebagai bagian dari agenda ketahanan pangan nasional. Tambak berbasis kawasan merupakan pendekatan yang mengintegrasikan pengelolaan lahan, teknologi budidaya, dan pemberdayaan petambak lokal dalam satu ekosistem yang terorganisasi.
Prabowo berdialog langsung dengan para petambak dan menyaksikan proses panen yang berlangsung di lokasi. Model tambak seperti ini dinilai lebih efisien dibandingkan tambak konvensional karena menerapkan sistem pengelolaan terpusat dengan tetap melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama budidaya.
Kebumen dipilih sebagai salah satu lokasi pengembangan tambak udang berbasis kawasan karena potensi geografisnya yang mendukung, termasuk akses ke sumber air bersih dan lahan pesisir yang memadai. Proyek ini diharapkan menjadi percontohan yang dapat direplikasi di daerah-daerah lain yang memiliki karakteristik serupa.
Kunjungan kerja Presiden ke sektor budidaya perikanan ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pangan dari sumber daya laut dan perairan darat. Udang merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar global yang stabil.
Pemerintah menargetkan peningkatan signifikan pada volume produksi udang nasional dalam beberapa tahun ke depan, dengan tambak berbasis kawasan sebagai salah satu instrumen utama untuk mencapai target tersebut. Keberhasilan proyek di Kebumen diharapkan dapat mendorong investasi lebih lanjut di sektor akuakultur secara nasional.