Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa kebocoran kekayaan negara yang mengalir ke luar negeri selama puluhan tahun menjadi penyebab utama rendahnya gaji guru dan aparatur sipil negara (ASN) di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Prabowo sebagai bagian dari penjelasannya mengenai kondisi fiskal negara yang diwarisi dari masa-masa sebelumnya.

Menurut Prabowo, sumber daya alam dan kekayaan Indonesia yang seharusnya dinikmati oleh rakyat justru selama ini banyak yang bocor dan mengalir ke luar negeri. Akibatnya, negara tidak memiliki ruang fiskal yang memadai untuk meningkatkan kesejahteraan para abdi negara, termasuk guru yang menjadi tulang punggung pendidikan nasional.

"Salah satu sebab mengapa gaji guru kita, gaji ASN kita belum bisa kita naikkan setinggi yang kita inginkan adalah karena kebocoran-kebocoran kekayaan negara yang selama puluhan tahun mengalir ke luar negeri," ujar Prabowo dalam pernyataannya.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintahannya tengah berupaya keras menutup berbagai celah kebocoran tersebut. Langkah-langkah pembenahan tata kelola keuangan negara, penguatan pengawasan terhadap sektor sumber daya alam, serta peningkatan efisiensi belanja negara disebut sebagai prioritas utama untuk memulihkan kemampuan fiskal Indonesia.

Presiden juga mengisyaratkan bahwa hasil dari upaya pembenahan tersebut pada akhirnya akan dialokasikan untuk peningkatan kesejahteraan guru dan ASN secara bertahap. Ia meminta seluruh aparatur negara untuk bersabar sembari pemerintah terus bekerja memperbaiki fondasi keuangan negara.

Pernyataan Prabowo ini muncul di tengah tuntutan dari berbagai kalangan, terutama organisasi guru, yang mendesak pemerintah segera merealisasikan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik. Data Kementerian Pendidikan menunjukkan bahwa masih banyak guru honorer yang menerima penghasilan jauh di bawah upah minimum regional.

Pemerintah sebelumnya telah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN sesuai amanat konstitusi, namun distribusi anggaran tersebut dinilai belum sepenuhnya menyentuh peningkatan gaji guru secara merata di seluruh pelosok Indonesia.