Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyatakan keyakinannya bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan menguat setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato yang dinilai memberikan sinyal positif bagi perekonomian nasional. Pernyataan itu disampaikan Surya Paloh merespons kondisi pasar keuangan yang tengah menjadi perhatian publik.
Surya Paloh menilai pidato Presiden Prabowo mengandung pesan kepercayaan diri yang kuat terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Menurutnya, pernyataan resmi dari kepala negara memiliki dampak psikologis signifikan terhadap persepsi investor, baik domestik maupun asing, yang pada akhirnya dapat mendorong permintaan terhadap aset berdenominasi rupiah.
"Saya optimistis rupiah akan menguat. Pidato Presiden memberikan sinyal yang jelas bahwa pemerintah memegang kendali dan memiliki strategi konkret menghadapi tekanan eksternal," ujar Surya Paloh.
Pernyataan tokoh senior partai pendukung pemerintah ini muncul di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang dipicu oleh sejumlah faktor global, termasuk kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat serta ketidakpastian geopolitik yang mempengaruhi aliran modal di negara-negara berkembang.
Nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir mengalami fluktuasi yang mencerminkan sentimen pasar global. Bank Indonesia sebelumnya telah menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas rupiah melalui berbagai instrumen kebijakan moneter yang tersedia.
Surya Paloh menambahkan bahwa kepercayaan terhadap kepemimpinan nasional merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang. Ia mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk menahan diri dari pernyataan yang dapat memperburuk sentimen pasar.
Di sisi lain, para ekonom mengingatkan bahwa optimisme politik perlu diimbangi dengan langkah kebijakan fiskal dan moneter yang terukur. Penguatan rupiah secara berkelanjutan membutuhkan perbaikan struktural, termasuk peningkatan ekspor, pengendalian impor, serta iklim investasi yang kondusif.