Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (22/5/2025) melaporkan perkembangan terbaru wabah hantavirus yang tengah dipantau secara ketat oleh komunitas kesehatan global. Jumlah kasus yang dikonfirmasi kini mencapai 12 orang, meningkat dari laporan sebelumnya, sementara angka kematian masih tercatat tiga jiwa.

WHO menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau penyebaran virus ini secara seksama dan bekerja sama dengan otoritas kesehatan di negara-negara terdampak. Penambahan kasus baru menjadi sinyal bahwa transmisi masih berlangsung, meskipun skala wabah hingga saat ini belum dikategorikan sebagai darurat kesehatan global.

Hantavirus merupakan kelompok virus yang umumnya ditularkan kepada manusia melalui kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi, baik secara langsung maupun melalui debu yang terkontaminasi urin, feses, atau air liur hewan tersebut. Virus ini tidak mudah menular antar-manusia, namun tingkat kefatalannya yang relatif tinggi menjadikannya patogen yang layak diwaspadai.

Gejala infeksi hantavirus pada manusia bervariasi, mulai dari demam, nyeri otot, hingga gangguan pernapasan berat yang dikenal sebagai Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Pada kasus yang parah, kondisi ini dapat berkembang cepat dan mengancam jiwa jika tidak mendapatkan penanganan medis segera.

Badan kesehatan internasional ini mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi paparan hewan pengerat, terutama di kawasan yang memiliki riwayat sirkulasi virus serupa. Langkah pencegahan seperti menjaga kebersihan lingkungan, menutup lubang masuk hewan pengerat di hunian, dan menghindari kontak langsung dengan hewan liar menjadi rekomendasi utama yang disampaikan WHO.

WHO juga menekankan pentingnya pelaporan dini kepada fasilitas kesehatan apabila seseorang mengalami gejala yang mencurigakan setelah terpapar lingkungan berisiko. Respons cepat dan isolasi pasien yang tepat menjadi kunci dalam mencegah eskalasi wabah lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, WHO belum mengumumkan perluasan zona wabah maupun perubahan status kesiagaan, namun pembaruan data akan terus dilakukan seiring perkembangan situasi di lapangan.