Kampung Cisadon, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, hingga kini belum terhubung dengan jaringan listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN). Ironisnya, permukiman tersebut hanya berjarak sekitar tujuh kilometer dari kediaman resmi Presiden Prabowo Subianto, menjadikan kondisi ini sebagai potret nyata kesenjangan akses energi di Indonesia.
Untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari, warga Kampung Cisadon masih mengandalkan kincir air — teknologi sederhana yang memanfaatkan aliran sungai setempat untuk menghasilkan energi. Meski solusi tersebut telah lama menjadi andalan warga, pasokan yang dihasilkan sangat terbatas dan tidak sebanding dengan kebutuhan rumah tangga modern.
Keterbatasan listrik berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat setempat. Aktivitas belajar anak-anak di malam hari, operasional usaha kecil, hingga akses terhadap informasi melalui perangkat elektronik menjadi terhambat. Warga mengaku telah lama berharap jaringan PLN dapat menjangkau kampung mereka, namun hingga saat ini belum ada kepastian kapan elektrifikasi akan terwujud.
Kondisi Kampung Cisadon mencerminkan tantangan besar yang masih dihadapi pemerintah dalam pemerataan infrastruktur energi. Meskipun pemerintah secara resmi mencatat rasio elektrifikasi nasional telah melampaui 99 persen, sejumlah desa dan kampung terpencil di berbagai daerah — termasuk di Jawa Barat yang notabene merupakan pulau terpadat di Indonesia — masih tertinggal dari jangkauan jaringan listrik negara.
Jarak yang sangat dekat antara Kampung Cisadon dengan kediaman kepala negara menjadi sorotan tersendiri. Hal ini memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas program elektrifikasi nasional serta skala prioritas pembangunan infrastruktur di daerah-daerah yang secara geografis seharusnya tidak sulit dijangkau.
Pemerintah Kabupaten Bogor maupun PLN belum memberikan pernyataan resmi mengenai rencana atau jadwal pasti elektrifikasi Kampung Cisadon. Warga setempat berharap kehadiran perhatian publik dan media dapat mempercepat realisasi akses listrik yang selama ini mereka nantikan.