Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Qodari mengungkapkan alasan di balik keputusan Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato di hadapan Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yakni untuk menegaskan arah kebijakan fiskal nasional dan tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) demi kemakmuran rakyat Indonesia.
Menurut Qodari, pidato tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengkomunikasikan secara langsung kepada para wakil rakyat mengenai strategi besar pengelolaan keuangan negara. Presiden Prabowo dinilai perlu hadir langsung agar pesan kebijakan tersebut tersampaikan dengan jelas dan tegas kepada seluruh anggota legislatif.
Qodari menekankan bahwa kebijakan fiskal yang prudent serta pengelolaan ekspor SDA yang bertanggung jawab merupakan dua pilar utama yang akan menentukan sejauh mana kekayaan alam Indonesia dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh seluruh lapisan masyarakat. Tanpa tata kelola yang baik, potensi besar tersebut berisiko tidak memberikan dampak optimal bagi kesejahteraan rakyat.
Dalam keterangannya, Qodari juga menyebut bahwa forum paripurna DPR merupakan panggung strategis yang tepat bagi seorang presiden untuk menyampaikan visi besar pemerintahan, mengingat keputusan-keputusan legislatif memiliki kaitan langsung dengan implementasi kebijakan ekonomi nasional di lapangan.
Langkah Presiden Prabowo tampil di forum tertinggi legislatif ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah untuk membangun komunikasi yang terbuka dan transparan dengan DPR dalam mengelola anggaran negara serta mendorong hilirisasi sumber daya alam sebagai agenda prioritas.
Pemerintah berharap, dengan disampaikannya kebijakan fiskal dan regulasi ekspor SDA secara langsung oleh Presiden, seluruh fraksi di DPR dapat memberikan dukungan legislatif yang diperlukan agar program-program strategis dapat segera diimplementasikan demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.